JANGAN BIARKAN ANAK MEMBAWA TAS YANG TERLALU BERAT
JANGAN BIARKAN ANAK MEMBAWA TAS YANG TERLALU BERAT
Tas merupakan salah satu peralatan sekolah yang penting bagi anak. Hampir semua alat tulis sekolah dimasukkan ke dalam tas, misalnya buku, pensil, dan penggaris. Bentuk tas anak juga bermacam-macam. Ada tas selempang yang memiliki satu tali. Tas selempang biasanya disangga dengan satu bahu. Ada pula tas punggung yang memiliki dua tali. Tas punggung disangga dengan dua bahu dan berada di belakang tubuh.
Anak-anak dapat memilih bentuk dan warna tas sesuai keinginan mereka. Namun, ada satu hal yang luput dari perhatian orang tua. Tas yang digunakan oleh anak-anak sering terlalu berat untuk dibawa oleh mereka karena berisi banyak barang, terutama buku. Nah, tahukah Anda bahwa beban tas anak yang terlalu berat dapat menghambat tumbuh kembang mereka? Semakin sering anak-anak membawa beban yang berat, pertumbuhan tulang mereka akan terpengaruh. Beban tas yang berat dapat menyebabkan berbagai kelainan tulang belakang seperti berikut.
Skoliosis
Skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang membengkok ke kiri atau kanan. kondisi ini paling sering terjadi selama percepatan pertumbuhan sesaat sebelum pubertas. Biasanya tulang belakang penderita skoliosis melengkung dalam bentuk S atau C.
Kifosis
Kifosis merupakan kondisi tulang belakang yang membengkok ke belakang sehingga penderita kifosis terlihat seperti membungkuk.
Lordosis
Lordosis merupakan kondisi tulang belakang yang membengkok ke depan.
Apa yang terjadi apabila anak membawa tas dengan beban yang terlalu berat? Tas yang dipikul pada satu bahu dapat memengaruhi daerah panggul dan paha. Bahu anak juga harus menanggung tekanan yang berat. Apabila anak membawa tas pada satu bahu dalam waktu lama, maka anak dapat mengalami skoliosis. Apabila anak membawa tas punggung yang terlalu berat dalam jangka waktu lama, anak akan mengalami kifosis atau lordosis.
Panjang tali tas juga memiliki dampak besar terhadap tubuh anak. Jika tali tas di bahu terlalu panjang, tas kemungkinan bertumpu pada paha atau lengan. Akibatnya, lutut akan terbebani setiap anak melangkah. Apabila keadaan ini terjadi dalam waktu lama, salah satu tungkai dapat menjadi lebih besar. Selain itu, lengkung alamiah leher yang membagi rata tekanan di tulang belakang dapat terganggu. Tekanan ini menyebabkan nyeri kronis di leher, bahu, punggung, bahkan sakit kepala.
Oleh karena itu, kita perlu berdiskusi dengan pihak sekolah untuk merancang jadwal pelajaran yang tidak harus membebani anak. Dengan demikian, anak tidak perlu membawa buku pelajaran maupun perlengkapan sekolah yang terlalu banyak. Anda juga dapat memberikan tas yang terbuat dari bahan ringan namun kuat dan nyaman digunakan. Anda perlu menyesuaikan ukuran tas dengan ukuran tubuh anak. Jangan sampai berat beban melebihi berat badan anak. Anda dapat menambahkan tas tenteng untuk membagi beban ketika anak harus membawa banyak barang. Selain itu, Anda perlu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, salah satunya dengan memberikan susu untuk melengkapi kebutuhan kalsiumnya. Jika anak mengeluh sakit pada bagian leher atau punggung, Anda tidak perlu ragu untuk segera memeriksakan anak ke dokter.
Lihat Buku
Lihat Buku
Lihat Buku
Lihat Buku